twitter




HAK DAN KEWAJIBAN

CHAIRU FAUZAN (32114312)
2DB01

PENGERTIAN HAK  
Hak merupakan sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Atau Hak bisa berbentuk kewenangan atau kekuasaan untuk melakukan sesuatu.

PENGERTIAN KEWAJIBAN
Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilakukan/dilaksanakan oleh masing-masing individu sehingga bisa mendapatkan haknya secara layak. Suatu kewajiban dapat dikatakan sebagai hutang yang harus dilunasi untuk memperoleh apa yang harus seseorang miliki.

Menurut Prof. Dr. Notonagoro, wajib adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan semata-mata (ansih) oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepntingan.

Kewajiban merupakan sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Contohnya yaitu : mentaati peraturaturan lalu lintas, melaksanakan tata tertib di sekolah, membayar biaya pendidikan sesuai ketentuan, sebagai pelajar harus rajin belajar, melaksanakan tugas yang diberikan bapak/ibu guru dengan sebaik-baiknya, dan masih banyak lagi.
Hari ke-3 Demo, Guru Honorer Masih Belum Bisa Temui Jokowi
on 12 Feb 2016 at 15:33 WIB

 Seorang pengunjuk rasa tampak menangis sambil memegang sebuah karton yang bertuliskan `Angkat Kategori 2 Menjadi PNS Tanpa Test` (Liputan6.com/Herman Zakharia).
Liputan6.com, Jakarta - Para guru dan pegawai honorer se-Indonesia masih harus bersabar. Hingga hari ke-3 mereka menggelar demonstrasi, massa belum jua berhasil menemui Presiden Jokowi.

"Masih belum ada perkembangan, kami baru mau masuk ke Istana untuk memastikan jadwal bertemu Pak Jokowi," kata Ketua Tim 9 Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I), Titi, di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (12/2/2016).

Titi mengaku akan terus memperjuangkan nasib kawan-kawannya sesama honorer K2. Dia bertekad akan menempuh dialog persuasif dengan pemerintah.
Sudah tiga hari belakangan ribuan guru dan pegawai honorer se-Indonesia ini berdemonstrasi. Ratusan di antaranya tumbang karena sakit dan pingsan.

"Yang jelas kalau demo ini cuma tiga hari aja, mau tidak mau teman-teman harus pulang. Tapi kita tetap berusaha secara persuasif," ujar Titi.

Dia mengatakan, dalam aksinya mereka juga menuntut Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi yang dianggap ingkar janji. Yuddy pernah menjamin mengangkat guru honorer K2 2015-2019 secara bertahap pada 15 September 2015.

Hal itulah yang akan disampaikan pada Jokowi bila mereka bisa menemuinya nanti. "Dia (Yuddy) sudah gagal dan tidak mampu, makanya kami ingin bertemu Jokowi," ujar Titi.

Komentar :
 Berita di atas menurut saya, apa yang di lakukan oleh para Guru Honorer K2( Kategoroi 2) adalah hanya menuntut haknya untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil(PNS). Hal tersebut mereka lakukan sesuai dengan janji Menteri terkait yang berjanji untuk mengangkat seluruh Guru Honorer K2 secara bertahap.
Menurut saya seharusnya sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk dapat menanggapi secara serius masalah ini dan dapat bertemu secara langsung dengan para guru honorer K2, sehingga para guru dapat menyampaikan keinginan mereka untuk bisa diangkat sebagai PNS sesuai dengan apa yang telah dijanjikan sebelumnya.
Semoga Pemerintah dapat segera menyelesaikan permasalahan ini dan apa yang diinginkan oleh para guru honorer dapat segera diwujudkan oleh pemerintah, agar para guru dapat mendapatkan haknya untu diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sumber :




HAK ASASI MANUSIA (HAM)

Pengertian Hak Azasi Manusia

Hak Asasi Manusia adalah prinsip-prinsip moral atau norma-norma, yang menggambarkan standar tertentu dari perilaku manusia, dan dilindungi secara teratur sebagai hak-hak hukum dalam hukum kota dan internasional.

Atau Hak Asasi Manusia disingkat “HAM” merupakan hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia yang didapatkan sejak lahir dimana secara kodrati HAM sudah melekat dalam diri manusia dan tak ada satupun orang yang berhak mengganggu gugat karena HAM bagian dari anugrah Tuhan, itulah keyakinan yang dimiliki oleh manusia yang sadar bahwa kita semua makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki derajat yang sama dengan manusia yang lainnya sehingga mesti berhak bebas dan memiliki martabat serta hak-hak secara sama.

 

Ibu kandung dan ayah tiri pembunuh balita Alif ditangkap polisi

Reporter : Mappesona | Senin, 21 Maret 2016 10:42




Merdeka.com - Mila (17) dan Sudirman (32), ibu kandung dan ayah tiri balita Alif (13 bulan) yang tewas dianiaya oleh keduanya berhasil diringkus tim gabungan Resmob Polres Gowa, unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Gowa dan Polsek Parangloe, Senin (21/3) sekitar pukul 05.00 WITA.
Mereka sembunyi di kediaman kerabatnya di Jalan Paccerakkang, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Saat ditangkap keduanya tidak melakukan perlawanan.
Mila dan Sudirman langsung ditetapkan jadi Tersangka setelah keluar hasil autopsi jenazah Alif dari RS Bhayangkara. Pihak rumah sakit menyebutkan limpa dan hati pecah. Beberapa bagian tubuh lebam. Kejadian penganiayaan balita ini terjadi di Kampung Kassi, Dusun Bonto Kassi, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, tempat kerja Mila dan Sudirman sebagai pemecah batu.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat) Reskrim Polres Gowa, AKP Yunus Saputra menjelaskan, saat ini Mila dan Sudirman sudah ditahan di Mapolres Gowa untuk menjalani proses hukum.
"Pengakuan keduanya bahwa balita Alif memang meninggal setelah berkali-kali dianiaya tapi di waktu yang berbeda. Itu mereka lakukan karena balita ini kerap menangis dan membuat kesal keduanya. Anaknya itu dianiaya dengan cara diinjak, dipukul dan dicekik," kata AKP Yunus Saputra, saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (21/3).
Keuda tersangka dikenakan pasal 80 ayat 2, UU Perlindungan 23 tahun 2002 yang diubah ke UU No 35 tahun 2014 dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.


Komentar :
            Menurut saya apa yang di lakukan oleh kedua Orang Tua tersebut adalah tindakan yang sangat keji, karena setiap orang memiliki hak untuk hidup dan apa yang telah di lakukan oleh kedua Orang Tua tersebut tidak dapat diampuni karena telah menganiaya anak yang masih berusia balita sampai tidak bernyawa, apalagi hal ini dilakukan oleh ibu kandung dari balita tersebut.
            Sudah seharusnya kedua Orang Tua tersebut di jatuhi hukuman yang berat karena telah tega menganiaya anaknya sendiri. Apapun alasan mereka saya rasa itu tidak dapat diterima, karena anak yang seharusnya mereka rawat dengan penuh kasih sayang malah mereka aniaya bahkan sampai tidak bernyawa. Saya harap pihak kepolisian dapat mengusut kasus ini sampai tuntas dan memberikan hukuman yang setimpal.





1. Sebutkan dan jelaskan properti sistem yang memberikan keamanan untuk sebuah sistem !
Jawab :


Properti Sistem Yang Memberikan Keamanan.
Sebuah system harus mempunyai tiga property (sifat), yaitu :
- Integritas, system akan mempunyai integritas bila ia berjalan menurut spesifikasinya. Perancang system berusaha untuk mengembangkan system yang mempunyai integritas fungsional, yaitu kemampuan untuk melanjutkan operasi, apabila salah satu atau lebih dari komponennya tidak berjalan.

- Audibilitas, ia akan bersifat audible jika ia memiliki visibilitas dan accountability (daya perhitungan). Bila system memiliki audibilitas maka mudah bagi seseorang untuk memeriksa, memverifikasi atau menunjukkan penampilannya.

- Daya kontrol, daya kontrol memungkinan manajer untuk menangani pengerahan atau penghambatan pengaruh terhadap system. Teknik yang efektif untuk mendapatkan daya kontrol system ini adalah dengan membagi system menjadi subsistem yang menangani transaksi secara terpisah.

2. Komputer yang ada dalam jaringan memberikan peluang resiko keamanan yang lebih besar daripada komputer yang ada didalam suatu ruangan, sebut dan jelaskan area kontrol untuk komunikasi data !
Jawab :

Komunikasi Data (Data Communication)

Komputer yang ada dalam jaringan memberikan peluang risiko keamanan yang lebih besar dari pada komputer yang ada di dalam suatu ruangan. Area kontrol ini terdiri dari :

- Kontrol pengiriman pesan
- Kontrol saluran (channel) komunikasi
- Kontrol penerimaan pesan
- Rencana pengamanan datacom secara menyeluruh

 3. Prototype dapat memberikan ide bagi pembuat dan pemakai potensial tentang cara sistem berfungsi dalam bentuk lengkapnya. Proses akan menghasilkan prototype (prototyping). Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis prototype!
Jawab:

Prototipe (Prototyping).
Prototype memberikan ide bagi pembuat dan pemakai potensial tentang cara sistem berfungsi dalam bentuk lengkapnya. Proses akan menghasilkan prototype (prototyping).

Adapun jenis-jenis Prototipe, yaitu :
Prototype jenis I, sesungguhnya akan menjadi sistem operasional. Langkah-langkah pengembangannya adalah sebagai berikut :
                                              
Gambar 8.7. Pengembangan Prototipe Jenis I



Prototype jenis II, merupakan suatu model yang berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional. Langkah-langkah pengembangannya adalah sebagai berikut :
          
           
Gambar 8.8. Pengembangan Prototipe Jenis II

 
 4. Sebutkan dan jelaskan sumber daya informasi perusahaan !
Jawab :

SUMBER DAYA INFORMASI PERUSAHAAN.

Macam- macam Sumber Daya Informasi :

1. HARDWARE (PERANGKAT KERAS).
Hardware merupakan element dari sistem computer. Merupakan perangkat yang dapat lihat dan dapat sentuh secara fisik, seperti perangkat masukan, perangkat pemroses, maupun perangkat keluaran.

2. SOFTWARE (PERANGKAT LUNAK).
Merupakan sekumpulan perintah yang dijalankan (atau dieskusi) oleh komputer. Program komputer ini terdiri dari susunan logika untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu di komputer. Melibatkan berbagai komponen dalam computer, seperti system operasi, program, dan data yang disimpan atau dibaca. Logika yang ada dalam perangkat lunak tersebut disusun sedemikian rupa sehingga computer dapat memahami dan menjalankan instruksi yang terkandung didalamnya.

3. SPESIALIS INFORMASI.
Spesialisasi informasi (information specialist) untuk mengambarkan pegawai perusahaan yang sepenuh waktu bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara system berbasis komputer.

4. PEMAKAI (MANUSIA).
End user sinonim dengan pemakai, ia menggunakan produk akhir suatu sistem berbasis komputer. Jadi, end-user computing (EUC) adalah pengembangan seluruh atau sebagian sistem berbasis komputer oleh para pemakai.

5. FASILITAS (MESIN).
Fasilitas merupakan sumber daya untuk menyimpan dan mendukung sisem informasi, contohnya teknologi informasi. Dengan menggunakan fasilitas yang ada untuk menyimpan dan mendukung sumber daya tersebut.


6. DATABASE.
Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.

7. INFORMASI
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata. Atau data adalah representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dll, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, symbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.


5. Sebutkan dan jelaskan 6 tahap dasar untuk mencapai manajemen mutu !
Jawab :

Tahapan - tahapannya :

1. mengidentifikasikan pelanggan IS
2. menentukan kebutuhan kualitas
3. menetapkan metrik kualitas
4. menentukan strategi kualitas IS
5. menerapkan program kualitas IS
6. memantau kinerja kualitsa IS

DAFTAR PUSTAKA






PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN ( PDAM TIRTA SAKTI KABUPATEN KERINCI)

Chairu Fauzan

Jurusan Manajemen Informatika, Fakultas Ilmu Komputer

Universitas Gunadarma

Jl. Margonda Raya No. 100 Pondok Cina, Depok 16424

Chairufauzan1@gmail.com



ABSTRAKSI

                Persediaan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan karena dengan adanya persediaan proses produksi dapat berjalan dengan lancar tanpa harus mengkhawatirkan adanya kekurangan barang-barang atau bahan-bahan yang digunakan untuk kegiatan produksi atau operasional. Namun apabila persediaan terlalu banyak, maka akan menimbulkan kerugian pada perusahaan karena perusahaan harus mengeluarkan sejumlah biaya untuk melakukan perawatan terhadap barang. Selain itu, dana yang dimiliki  perusahaan akan terlalu banyak dialokasikan untuk melakukan pembelian persediaan barang.                 Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa permasalahan yang dialami oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sakti yang berhubungan dengan manajemen persediaan. Permasalahan tersebut adalah adanya kesulitan bagian kantor pusat PDAM Tirta Sakti dalam menentukan jenis barang tertentu apakah masih tersedia di delapan gudang cabang atau tidak. Hal ini dapat disebabkan tidak jelasnya pencatatan barang yang keluar masuk gudang. Selain itu, permasalahan lainnya adalah seringnya terjadi keterlambatan dalam proses pengadaan barang sehingga mengakibatkan kehabisan stock barang di gudang pusat maupun di gudang-gudang cabang.

Keywords:

 sistem informasi, inventory, safety stock, reorder Point


PENDAHULUAN

 1. Latar Belakang

                        Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ini mempunyai beberapa gudang yang digunakan untuk melakukan penyimpanan barang-barang tersebut dan menjaga tersedianya jumlah barang yang diperlukan. Gudang-gudang tersebut terletak pada bagian kantor pusat dan pada delapan kantor cabang yang masing-masing terletak di Pulau Tengah, Sungai Penuh, Siulak, Tamiai, Hiang, Kayu Aro, Semurup, dan Lumpur. Dalam hal pengadaan dan permintaan barang setiap gudang pada kantor cabang saling terintegrasi dengan kantor pusat sehingga setiap gudang pada masing-masing cabang harus melaporkan jumlah persediaan barang yang terdapat di gudang masing-masing cabang. Selain itu, apabila pada suatu gudang cabang memerlukan barang tertentu yang tidak terdapat di gudangnya, maka gudang cabang akan melaporkannya ke bagian pusat dan bagian pusat akan menanyakan ketersediaan barang tersebut di gudang-gudang cabang lainnya. Adapun  jumlah jenis barang yang terdapat yang pada gudang PDAM ini terdiri dari 326 jenis barang.

   Permasalahan yang timbul dari sistem persediaan barang saat ini adalah bagian pusat sering mengalami kesulitan dalam menentukan jenis barang tertentu apakah masih tersedia di gudang atau tidak. Hal ini dapat disebabkan karena karyawan-karyawan yang bekerja di gudang sering tidak mencatat keluar atau masuknya barang sehingga ketika cbarang diperlukan tidak dapat diketahui apakah barang masih tersedia atau sudah kosong. Akibat tidak  jelasnya pencatatan barang-barang ini menyebabkan sering terjadinya penundaan proses instalasi dan operasi yang dilakukan oleh bagian operasional. Selain itu, dengan sistem persediaan sekarang ini sering terjadi keterlambatan dalam proses pengadaan barang sehingga mengakibatkan kehabisan stock barang pada semua gudang baik gudang pusat maupun gudang-gudang cabang. Hal ini dapat disebabkan karena tidak jelasnya jumlah safety stock  yang  menjadi stock  minimal  jumlah barang digudang sebelum dilakukan pemesanan barang kembali. Selain itu, tidak  jelasnya waktu yang disepakati dengan supplier untuk dapat memasok barang tepat waktu juga dapat menjadi penyebab keterlambatan dalam proses pengadaan barang ini. Tidak adanya sistem pengkodean barang-barang yang terdapat di gudang juga menyebabkan timbulnya masalah. Hal ini menyebabkan barang-barang yang terdapat di gudang tidak disusun dan dikelompokkan dengan rapi sehingga banyak barang-barang yang berbeda jenis dan ukuran diletakkan pada tempat yang sama dan mengakibatkan barang-barang tersebut bercampur aduk.          Akibatnya bagian pusat mengalami kesulitan dalam mengontrol dan mengetahui stock barang yang terdapat di gudang dengan cepat. Oleh karena itu, dilakukan perancangan sistem informasi yang dapat digunakan untuk kodefikasi barang dan memanajemen persediaan barang yang terdapat di gudang, baik di gudang pusat maupun di gudang cabang, dengan memperhatikan jumlah persediaan yang seharusnya terdapat di semua gudang, safety stock setiap barang yang terdapat di gudang, sistem warning untuk mengetahui kapan barang-barang tersebut harus dipesan yang disesuaikan dengan lead time  masing-masing barang, sistem persediaan yang terintegrasi antara satu gudang dengan gudang yang lainnya sehingga bagian pusat dapat mengetahui secara langsung gudang mana yang masih mempunyai persediaan terhadap suatu jenis barang tertentu.




2. Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan suatu rangkaian proses yang berkaitan secara sistematis dan bertujuan untuk memperjelas dan menuntun proses penelitian agar tujuan yang diinginkan tercapai dengan baik. Secara garis besar, penelitian ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu tahap persiapan penelitian, pengumpulan data, pengolahan data, analisis, dan penutup. Masing-masing tahap penelitian tersebut akan dijelaskan secara lebih detail.

Gambar 1.

Skema Metodologi Penelitian

https://html2-f.scribdassets.com/1rpurn0urk42supe/images/2-bf933cb004.jpg




3. Hasil Dan Pembahasan

Pengumpulan Data

Bab ini berisi data-data yang dibutuhkan dalam perancangan sistem informasi manajemen persediaan pada PDAM Tirta Sakti, Adapun data-data yang dikumpulkan adalah adalah sebagai berikut :

1.Data pemakaian barang dalam waktu setahun. Data Pemakaian Barang yang dikumpulkan adalah data pemakaian barang pada Januari 2010 sampai Desember 2010 yang berikan data  jumlah barang yang masuk, jumlah barang yang keluar, persediaan awal dan persediaan akhir dari setiap jenis barang.

 2. Lead time pemesanan barang dari supplier

Pengolahan Data

Pengolahan data yang dilakukan pada tahap ini terdiri dari 5 bagian, yaitu:

1.Perhitungan Nilai Service Level

2.Perhitungan Nilai Safety Stock

3.Perhitungan Nilai Reorder Point dan Jumlah Pemesanan

4.Kodefikasi Barang




Perancangan Sistem Informasi Manajemen



Analisis Sistem

                Tahap pertama analisis sistem ini dilakukan dengan membuat proses bisnis sistem yang sebenarnya untuk mengetahui kegiatan sistem secara menyeluruh dan pola atau alur informasi yang berkembang pada sistem yang sebenarnya, yang dapat dilihat pada proses bisnis actual. Berdasarkan proses bisnis tersebut dapat diketahui bahwa pemenuhan persediaan pada cabang tertentu dimulai dengan adanya pengumpulan data pemakaian barang selama tiga bulan terakhir yang dilakukan oleh petugas pelaksana masing-masing cabang. Selanjutnya data-data pemakaian barang tersebut diolah untuk mengetahui berapa jumlah barang yang harus dipesan oleh bagian pusat dengan memberikan surat order pemesanan barang yang telah dilakukan pengecekan oleh kasubag logistik cabang untuk disetujui oleh kepala cabang.

                Berdasarkan surat order yang telah disetujui oleh kepala cabang yang bersangkutan, kasubag logistik bagian pusat selanjutnya memberikan surat order pemesanan barang tersebut kepada kepala bagian umum untuk meminta persetujuan pemesanan barang. Setelah surat order pemesanan barang disetujui oleh kepala bagian umum, kasubag logistik bagian pusat melakukan pemesanan barang kepada supplier dari barang-barang tersebut. Setelah barang-barang yang dipesan datang, selanjutkan dilakukan pengecekan secara visual oleh bagian tata usaha sebelum barang-barang tersebut diberikan kepada cabang-cabang yang memintanya. Apabila terdapat barang yang cacat maka bagian tata usaha akan mengembalikan barang tersebut ke bagian tata usaha untuk dilakukan penggantian barang yang cacat dengan barang yang baik. Setelah itu, barang-barang yang telah dilakukan pengecekan selanjutnya diberikan kepada cabang-cabang yang bersangkutan dan masing-masing cabang harus membuat laporan penerimaan barang.



Spesifikasi Kebutuhan Sistem

                Adapun deskripsi pengguna sistem informasi dapat dilihat sebagai berikut :

1.Petugas Pelaksana Adapun bagian-bagian yang dapat diakses oleh petugas pelaksana pada sistem informasi yang dirancang ini adalah sebagai berikut:

a. Form pengisian data pemakaian barang

b. Form untuk melihat data pemakaian barang

c. Form untuk membuat laporan pemakaian barang

d. Form pengisian data penerimaan barang

e. Form untuk melihat data penerimaan barang

f. Formuntuk membuat laporan data penerimaan barang

g. Form pengisian data barang

h. For untuk melihat data barang

i. Formuntuk membuat laporan data barang 

j. Form data persediaan barang

2. Kasubag Bagian Cabang Kasubag bagian cabang ini hanya dapat mengakses data-data yang berhubungan dengan cabang nya saja atau tidak dapat mengakses data pada bagian cabang lainnya. Adapun bagian-bagian yang dapat diakses oleh kasubag bagian cabang pada sistem informasi yang dirancang ini adalah sebagai berikut:

a.Form untuk melihat data pemakaian barang

b.Form untuk membuat laporan pemakaian barang

c.Form untuk melihat data penerimaan barang

 d.Form untuk membuat laporan data penerimaan barang

e. Formuntuk melihat data barang

f. Form untuk membuat laporan data barang

 g.Form data persediaan barang



3. Kasubag Bagian Pusat Kasubag bagian pusat dapat mengakses seluruh data yang terdapat pada seluruh cabang PDAM Tirta Sakti. Adapun bagian-bagian yang dapat diakses oleh kasubag bagian pusat pada sistem informasi yang dirancang ini adalah sebagai berikut:

 a.Form untuk melihat data pemakaian barang

b.Form untuk membuat laporan pemakaian barang

 c.Form untuk melihat data penerimaan barang

 d.Form untuk membuat laporan data penerimaan barang

e. Form untuk melihat data barang

f. Form untuk membuat laporan data barang

g. Form data persediaan barang

h. Form data pemesanan barang

 i. Form untuk membuat laporan pemesanan barang



Usecase Diagram

                Usecase Diagram digunakan untuk mengambarkan interaksi antara pengguna sistem (actor) dengan kasus (usecase) yang disesuaikan dengan langkah-langkah (scenario) yang  telah ditentukan. Suatu Usecase diagram biasa terdiri dari use case, sistem dan aktor yang menjalankan sistem tersebut. Adapun yang termasuk usecase dalam perancangan sistem informasi manajemen persediaan ini adalah login, memesan barang, memeriksa ketersediaan barang, membuat laporan pemesanan barang, membuat laporan persediaan, memproses data barang, memproses data pemakaian barang, menerima barang, membuat laporan penerimaan barang, membuat laporan pemakaian barang.

 Perancangan Model User Interface

                Setelah melakukan design perancangan dari sistem yang dimodelkan, langkah selanjutnya adalah melakukan perancangan model user interface. Perancangan dilakukan dengan menganalisis activity diagram untuk masing-masing  use case Activity Penyimpanan Data Penerimaan.

                Adapun beberapa user interface dari perancangan sistem informasi yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Form Login





                                                               UI Form Login

2.Form Data Recorder Point dan Pemesanan Barang




                                                    UI form Data Reorder Point

3.Form Laporan Data Pemesanan Barang


                                           UI formLaporan Data Pemesanan Barang

4. Form Input Data Pemakaian Barang



                                            UI form Input Data Pemakaian Barang



Penutup


Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan:

1.Sistem informasi yang dirancang dapat digunakan untuk mengetahui jumlah persediaan barang yang terdapat pada masing-masing gudang, kapan harus dilakukan pemesanan kembali, dan berapa banyak yang harus dipesan sehingga terjadinya kekurangan barang yang menyebabkan terganggunya kegiatan operasioanal, maintanance, dan instalasi dapat dihindari.



2.Sistem informasi yang dirancang dapat digunakan untuk melakukan pengkodean barang, sehingga barang-barang yang terdapat digudang dapat dikelompokkan dengan baik berdasarkan kategori-kategori tertentu, seperti jenis barang,  jenis material, ukuran, dan lokasi barang.

Saran

Adapun saran penulis yang diharapkan berguna untuk pengembangan penelitian ini adalah:

 1. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar perancangan sistem kodefikasi barang yang dilakukan tidak hanya untuk kodefikasi barang di gudang saja, tetapi juga dapat melakukan kodefikasi terhadap seluruh inventaris yang terdapat pada PDAM Tirta Sakti.

2.Perancangan sistem informasi manajemen persediaan selanjutnya, disarankan menggunakan bahasa pemrograman yang bersifat open source seperti bahasa pemrograman PHP dan JAVA sehingga pihak perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memperoleh licensi resmi dari bahasa pemrograman ASP.NET yang digunakan.


Daftar Pustaka

·         Ardi K, Inyoman.2007.

Pengantar Unified Modeling Language (Uml)

·         Jurnal UML Fogarty, Donald W, 1991.

Production and Inventory Management , 2nd Edition, Cincinnati, Ohio: South Western Publishing Co.

·         Gaspersz, Vincent, 1998. Production Planning and Inventory Control Berdasarkan Pendekatan Sistem Terintegrasi MRP II dan JIT Menuju Manufacturing 21, Jakarta : PT.Gramedia Pustaka Utama.

·         Indrajit, R.E dan R. Djokopranoto.2003. Manajemen Persediaan. Jakarta : Grasindo

·         KNSI, 2008. Makalah-Makalah Sistem Informasi, Penerbit : INFORMATIKA

·         Kun, Toni.2010.Membuat Website Canggih dengan J Query Untuk Pemula. Surabaya : Penerbit Media Kita

·         Nugroho, Adi.2010.Visual Web Developer . Salatiga : Penerbit Andi

·         Prayitno, Wendhie. 2006. Desain Model Sistem Perangkat Lunak Dengan UML. Departemen Teknik Elektro. FTI –ITB

·         Rangkuti, Freddy. Manajemen Persediaan Aplikasi di Bidang Bisnis. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada